Belajar Investasi Yuk!!
Hi friends,selama ini kalo kita punya duit maybe kebanyakan kita gunakan buat konsumsi,but sebenernya ada cara yang lebih baik loh untuk menggunakannya,yaitu ditabung atau diinvestasikan sehingga uang tersebut bekerja buat kita..Huehehe..And these are the basics:
Menentukan Investasi yang Tepat
Ada sejumlah produk investasi yang tersedia yang bisa Anda pilih bila Anda ingin Menabung sendiri :
Tabungan di Bank
Kadang-kadang, banyak orang yang menggunakan produk investasi ini untuk persiapan Masa Pensiunnya. Kelebihan produk ini adalah bahwa nilai nominal dari jumlah yang Anda tabungkan tidak akan berkurang nilainya (kecuali untuk biaya administrasi). Kalau misalnya Anda menabung Rp 100 ribu per bulan, uang itu tidak akan berkurang, dan Anda justru malah mendapatkan bunga. Kelemahan produk ini adalah bahwa bunga yang Anda dapatkan harus mengikuti ketentuan suku bunga dari bank yang bersangkutan. Bila besok pagi bank menurunkan suku bunga, maka bunga yang Anda dapatkan juga akan turun. Kelemahan kedua adalah bahwa produk tabungan walaupun aman hanya memberikan bunga yang rendah. Ini memang tidak selalu terjadi. Pada saat krisis moneter tahun ’97 – ’98, suku bunga tabungan pernah mencapai 38% per tahun. Pada masa normal, suku bunga tabungan biasanya berkisar 5%-15% per tahun. Dengan produk ini, Anda bisa melakukan investasi secara bulanan, maupun sekali saja.
Deposito di Bank
Suku bunga deposito biasanya berkisar pada 1-5 poin persen di atas suku bunga tabungan. Bedanya, menabung pada deposito hanya bisa dilakukan sekali saja. Tidak seperti tabungan di mana Anda bisa menabung secara bulanan. Jadi, Anda bisa menabung dalam bentuk deposito kalau Anda memiliki uang minimal Rp 1 juta. Kelebihan deposito, bahwa jumlah nominal yang Anda masukkan dijamin tidak akan berkurang, dan Anda mendapatkan untuk berupa bunga. Sedangkan kelemahannya, suku bunganya biasanya kecil – walaupun tidak selalu. Pada jaman normal, suku bunga deposito berkisar pada angka 10-20% per tahun
Saham
Investasi saham sangat berisiko untuk turun nilainya. Hanya saja, tingkat risikonya berbeda-beda untuk masing-masing saham. Dengan saham Anda bisa melakukan investasi secara periodik (dengan membeli saham setiap bulan), atau hanya sekali saja. Kelebihan saham adalah bisa memberikan kemungkinan untung yang tinggi, di atas produk tabungan dan deposito. Kelemahan saham adalah, kebanyakan harga saham sangat rentan terhadap krisis ekonomi. Saham juga memiliki kemungkinan rugi (berkurang nilai nominalnya).
Properti
Properti – sebetulnya – lebiih berisiko daripada saham. Dengan properti, Anda bisa melakukan investasi sekali saja, tidak secara bulanan. Kelebihan properti, pada saat terumadi inflasi tinggi harga properti biasanya juga akan naik. Semakin tinggi inflasi, semakin tinggi harga properti. Kelemahannya, walaupun harganya tinggi, tetapi bila daya beli menurun, maka jarang ada pembeli yang mau membeli properti. Kelemahan kedua, butuh dana besar untuk bisa membeli properti.
Barang-barang Koleksi
Kadang-kadang ada juga orang yang melakukan investasi pada barang-barang koleksi untuk bekal uang di Masa Pensiunnya kelak Contoh barang-barang koleksi adalah lukisan, perangko, barang antik dan lain sebagainya. Kelebihannya, bila koleksi Anda memiliki nilai jual tinggi, maka pada saat terjadi inflasi tinggi, harga koleksi Anda biasanya juga akan naik tinggi. Kebanyakan barang koleksi tidak akan turun banyak harganya apabila terjadi krisis ekonomi, Kelemahannya, apabila daya beli menurun, jarang ada yang mau membeli barang-barang koleksi.
Emas
Beberapa orang ada yang mempersiapkan Masa Pensiunnya dengan menabung dalam bentuk emas, baik berupa perhiasan maupun emas batangan. Ketika krisis ekonomi, emas biasanya naik harganyar (biarpun sedikit). Kelebihan emas, adalah diterima dimana-mana. Kelemahannya, pada jaman normal, dimana inflasi hanya dibawah 2 digit pertahuan, harga emas biasanya stabil. Dengan emas, investasi bisa Anda lakukan baik secara periodik, maupun sekali saja
Mata Uang Asing
Anda bisa juga menabung dengan cara membeli mata uang asing, dan berharap agar nilai mata uang asing yang Anda beli anak naik nilainya kelak.Kelebihan mata uang asing, bahwa keuntungannya bisa sangat tinggi. Kekurangannya, risiko membeli mata uang asing sangat besar. Ini karena Indonesia, mata uang asing sangat fluktuatif nilai tukarnya, dan sangat rentan terhadap kebijakan pemerintah, sehingga risiko berinvestasi dalam mata uang asing sebetulnya jauh lebih besar daripada saham.
Reksa Dana
Bila Anda belum pernah melakukan investasi – terutama investasi di luar produk bank maka Anda bisa melakukan investasi pada Reksa Dana. Karena terbatasnya halaman di bab ini, maka tulisan tentang Reksa Dana saya lampirkan tersendiri, yang bisa Anda baca di Lampiran H, berjudul Apa dan Bagaimana Reksa Dana.
Investasi Mana Yang Harus Dipilih?
Kita asumsikan saja Anda menggunakan asumsi Hasil Investasi sebesar 30% per tahun. Sekarang pertanyaannya adalah, produk investasi apa yang bisa memberikan Hasil Investasi sebesar itu ?
Produk Investasi Pendapatan Tetap (fixed income investment), yaitu produk investasi yang sudah pasti memberikan pendapatan (biasanya disebut bunga), dan uang yang Anda diinvestasikan tidak akan berkurang nilainya. Contoh : Deposito dan Tabungan di Bank.
Produk Investasi Pertumbuhan (growth income investment), yaitu produk investasi yang tidak memberikan hasil pasti berupa bunga, tetapi hanya memberikan hasil apabila dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Contoh : saham, emas, rumah, barang-barang koleksi, mata uang asing. Risiko produk seperti ini adalah uang yang Anda invesatasikan bisa berkurang nilanya apabila produk investasi itu dijual dengan harga yang lebih rendah dibanding dengan harga ketika Anda membelinya.
Jadi bisa dilihat bahwa growth income investment lebih berisiko daripada fixed income investment. Tetapi dari pengalaman, growth income bisa memberikan keuntungan yang jauh lebih besar daripada yang fixed income. Hanya bedanya, produk investasi fixed income sudah pasti memberikan keuntungan.
Jadi jika kita kembali pada pertanyaan Anda, yaitu : produk investasi apa yang bisa memberikan Hasil Investasi sebesar yang Anda inginkan? Jawabannya adalah : lihat dulu, apakah ada produk fixed income investment yang bisa memberikan hasil investasi seperti yang Anda inginkan, Bila ada, gunakan produk tersebut. Tetapi bila tidak ada, maka gunakanlah produk growth income dan berusahalah agar Anda bisa mencapai hasil investasi yang Anda targetkan.
Sebagai contoh, Anda menggunakan asumsi Hasil Investasi 30% per tahun. Untuk memilih produk invesatasi yang tepat bagi Anda, maka Anda harus mencari terlebih dahulu apakah ada produk fixed income yang memberikan hasil 30% per tahun. Contoh produk fixed income adalah Tabungan di Bank. Nah, bila ada Tabungan di Bank yang memberikan hasil investasi 30% per tahun (setelah pajak), maka gunakan produk tersebut. Tetapi bila tidak ada, maka Anda harus berinvestasi ke produk growth income, dan berusaha agar Anda bisa mencapai hasil 30% tadi. Artinya, Anda mungkin harus lebih rajin melakukan evaluasi setiap tahunnya.
Tentunya tidak setiap tahun produk investasi growth income akan memberikan hasil yang Anda inginkan. Di tahun pertama, mungkin hanya memberikan 20%. Di tahun kedua, 30%. Di tahun ketiga 10%. Mungkin juga ada yang minus. Tetapi, yang terpenting bagi Anda adalah bahwa produk tersebut bisa memberikan Hasil Investasi sebesar 30% per tahun secara rata-rata.







